Waleleng Sebut Perkimtan Sulut Serobot Tanahnya di Kawasan KEK Kota Bitung

oleh -91 Dilihat
(Kiri) Stev Kepel Kadis Perkimtan Sulut, (kanan) Brian Waleleng pemilik tanah

Manado, VoxSulut.Com – Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Bitung tepatnya di Kelurahan Tanjung Merah, tercoreng dengan adanya aksi sejumlah oknum yang terindikasi melakukan penyerobotan tanah warga.

Seperti yang diungkap Brian Waleleng, SH, seorang pemilik sah sebidang tanah yang berada Tanjung Merah, Senin (12/9) sore kepada wartawan.

Tanah milik Waleleng yang diduga diserobot Dinas Perkimtan

Waleleng menyebut, bahwa dia merasa keberatan atas perlakuan dari instansi pemerintah dalam hal ini Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Utara yang menangani proyek KEK ini.

Notaris senior ini menilai, Dinas Perkimtan Sulut sudah menyalahi aturan dengan melakukan penyerobotan tanah atas miliknya.

“Saya mempunyai dasar bahwa tanah itu masih milik saya. Tapi Dinas Perkimtan Sulut malah tidak mengindahkannya, bahkan mereka melakukan pengukuran untuk proyek KEK diatas tanah milik saya, tanpa melibatkan kami sebagai pemilik sah tanah itu,” ujar Waleleng.

Baca juga  Brian Waleleng bersama FPK Manado Sebarkan Bantuan untuk Warga Isoman

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Manado ini menyebut, pernyataan tersebut memiliki dasar yang kuat, yaitu Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan luas 4000 m2.

“Selain SHM seluas kurang lebih 4000 m2, tanah itu sudah ditanami pohon kelapa yang kira-kira sudah berumur ratusan tahun, masyarakat sekitar pun tahu kami adalah pemilik sah tanah itu. Mengapa mereka bisa mengukur tanah itu tanpa sepengetahuan kami, dan mengambil sebagian tanah milik kami, itu kan tidak wajar,” tukas Waleleng, Panglima Panji Yosua P/KB GMIM pertama ini.

Dirinya mengindikasikan, Dinas Perkimtan Sulut telah melakukan kesalahan yang ditutupi dengan melakukan penyerobotan tanah miliknya.

“Pemegang proyek KEK sebelumnya secara sah mengukur dengan melibatkan kami dan hasil luas tanah yang sesuai SHM. Tapi dengan KEK sekarang ini, kami indikasikan telah melakukan kesalahan, entah itu salah di titik koordinatnya atau dalam produknya,” kata Waleleng.

Baca juga  Grand Prix P/KB GMIM Siap Digelar, Juara Pertama Terima 25 Juta, Panitia Siapkan Hadiah Sampai Peringkat 15

Kepala Dinas Perkimtan Sulut Steve Kepel, saat coba dikonfirmasi via seluler semalam belum memberikan respon. Nomor selulernya dalam keadaan tidak aktif ketika dihubungi.(vsc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.