Korban Dugaan Kekerasan Seksual Meninggal Dunia dan Mengidap Leukemia

oleh -199 Dilihat
Suasana prescon oleh Polda Sulut dan RSUP Prof Kandou Manado

Manado, VoxSulut.com – Pasien berinisial CT korban dugaan kekerasan seksual yang dirawat di RSUP Kandou Manado, Senin (24/1/2022) pada jam 07.25 Wita meninggal dunia.

Sementara itu pihak kepolisian Polda Sulut bersama RSUP Prof Kandou memberikan keterangan resmi dalam prescon di Aula RSUP Kandou Manado.

Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen SpB-KBD menjelaskan, pasien CT didiagnosa menderita penyakit kanker darah atau leukemia.

Kondisi itulah yang menyebabkan pasien CT menghembuskan nafas terakhir sejak dirawat di RSUP Prof Kandou sejak 29 Desember 2021 silam.

“Ada dua hal yang berbeda yang dialami pasien dimaksud yaitu dugaan tindak pidana kekerasan seksual, dan pasien mengalami kanker darah,” sebut Dirut Panelewen.

Ditambahkan oleh dr Joel, dokter jaga yang menerima pasien CT saat datang pada 29 Januari 2021 pukul 01.00 Wita, pasien CT tiba dengan keluhan perdarahan dan disertai membawa surat permintaan visum dari kepolisian.

Baca juga  Dua Ribuan Tenaga Kesehatan RSUP Kandou Segera Divaksin

“Di saat pemeriksaan, saya temukan ada lebam-lebam di sebagian besar tubuh sampai ke area dekat kemaluan, disertai juga perdarahan. Kami pun melanjutkan dengan VeR (Visum et Repertum) dan hasilnya ditemukan adanya robekan di selaput darah, bahkan robekan yang sifatnya sudah lama,” terang dr Joel.

Pasien CT kemudian lanjut rawat di Bagian Anak di ruang ICU, karena kondisinya berada di bawah penurunan kesadaran.

Dengan angka HB (hemoglobin) hanya 1,8 dan itu akibat perdarahan yang sudah berlangsung lama.

Selama perawatan berlangsung, pasien terindikasi penyakit leukemia dibuktikan dengan temuan-temuan kondisi tubuhnya.

“Dan itu yang kami pikirkan sebagai penyebab perdarahan di vagina atau haid tidak bisa berhenti. Apalagi perdarahan berlangsung terus, tidak berhenti akibat ada kelainan darah,” ujar dr Joel.

Baca juga  Telusur ke Pusat Jantung dan Otak Terpadu, Dirut RSUP Kandou Pastikan Pelayanan Berjalan Baik 

Terkait robekan di selaput darah, Tim Dokter juga mengatakan selain aktifvitas seksual, hal itu juga bisa disebabkan karena aktivitas lainnya seperti olahraga atau karena mengalami kecelakaan/terjatuh.

Tim Dokter juga memantau lebam-lebam yang dialami pasien berpindah-pindah, sehingga disimpulkan pasien CT mengalami leukemia.

Kondisi pasien sebelum meninggal, tambah dr Joel, mengalami demam, pucat dan mata kabur, secara menyeluruh terjadi perdarahan di bola matanya.

“Meski sudah diberikan transfusi darah, namun kondisi pasien semakin memburuk dan dinyatakan meninggal,” pungkasnya.(andre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.