Kemenkes Sosialisasi Program Pengembangan Kompetensi ASN di RSUP Kandou 

oleh -401 Dilihat

Manado, VoxSulut.Co.id – Kementerian Kesehatan dalam mendukung tranformasi kesehatan, Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Kementerian Kesehatan (P2KASN) mengadakan acara sosialisasi terkait Program Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), selama 2 hari (5-6 Juni) di aula lantai 2 kantor pusat administrasi RS Kandou.

Sosialisasi ini mencakup berbagai inisiatif penting, termasuk promosi Kemenkes Corporate University (CorpU), pemanfaatan hasil asesmen kompetensi pegawai, perubahan budaya kerja di Kemenkes, serta peningkatan pemahaman terkait Knowledge Management System (KMS) serta proses Upload Aset Pengetahuan dan Approval oleh admin satuan kerja pada aplikasi KMS.

Direktur Utama RSUP Prof dr R.D Kandou Manado, Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty,M.Kes, menyampaikan terima kasih dan apresiasi buat pimpinan di Kementerian Kesehatan danRSUP Kandou boleh menjadi tempat kegiatan Sosialisasi.

“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi Program Pengembangan Kompetensi ASN di RS Kandou,” ujar Dirut Ivonne Rotty.

Terkait Perubahan budaya kerja Kemenkes menjadi topik yang dibahas dalam sosialisasi ini.

Dengan memperkenalkan perubahan budaya kerja yang progresif, inklusif, dan inovatif, diharapkan para pegawai Kemenkes dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja dengan lebih baik dan mengoptimalkan produktivitas serta kualitas kerja mereka.

“Setiap rumah sakit Kemenkes dimintakan oleh pimpinan untuk membuat suatu layanan unggulan dan menciptakan inovasi sehingga pelayanan prima bisa masyarakat rasakan lewat pembahuaruan budaya kerja,” terang Dirut Ivonne, sembari berharap kegiatan ini bisa diikuti dengan baik agar dapat bermanfaat bagi semua.

Baca juga  Utamakan Keamanan dan Kesejahteraan Pasien, RSUP Kandou Segera Bersihkan PKL yang Berkeliaran di RS

Pemanfaatan hasil asesmen, adaptasi terhadap perubahan budaya kerja, dan optimalisasi Knowledge Management System.

“Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para pegawai dalam memberikan layanan kesehatan yang berdaya saing dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Dirut Ivonne.

Acara sosialisasi ini dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Kesehatan, Dwi Meilani, SKM,MKM. Dalam sambutanya Dwi Meliani menyampaikan mengenai tranformasi kesehatan yang sedang berjalan di kementerian kesehatan.

Khususnya di pilar ke 7 menjadi bagian dari budaya kerja yang baru saja diluncurkan februari lalu oleh kemenkes. Sebagai bagian dari eksekusi yang ekektif, Kemenkes dalam hal ini P2KASN mengembangkan berbagai platform untuk pengembangan kompetensi yang terintegrasi.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pentingnya program pengembangan kompetensi ASN sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para pegawai Kemenkes.

Kehadiran Kemenkes Corporate University (CorpU) diharapkan dapat menjadi platform utama yang menyediakan beragam pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi ASN di Kemenkes.

Baca juga  Per Hari, Pelayanan Swab Antigen Drive Thru RSUP Kandou Capai 50 Orang

Selain itu, pemanfaatan hasil asesmen kompetensi pegawai menjadi sorotan dalam sosialisasi ini.

Melalui asesmen kompetensi, pegawai Kemenkes dapat mengevaluasi potensi, keahlian, dan area pengembangan yang perlu ditingkatkan untuk mendukung kemajuan karir dan peran mereka di Kemenkes.

“Untuk lebih mendukung terciptanya budaya kerja berbagai pengetahuan KMS Kemenkes hadir sebagai platform yang dapat dimanfaatkan ASN kemenkes untuk menjadi aset pengetahuannya,” katanya.

Dirinya pun berharap semua kompetensi akan dapa dilakukan baik individu maupun orgsnisasi, sehingga kegiatan ini bisa menjadi sumbangan bagi semua ASM Kemenkes dalam pengembangan kompetensi kedepan.

Sosialisasi Knowledge Management System (KMS) dan proses Upload Aset Pengetahuan serta Approval oleh admin satker pada aplikasi KMS turut menjadi bagian penting dalam program ini.

PPKASN Kemenkes menjelaskan cara memanfaatkan sistem manajemen pengetahuan untuk mempromosikan kolaborasi, pertukaran informasi, dan pengelolaan pengetahuan yang efisien di lingkungan kerja Kemenkes.

“Saya meminta semua ASN kemenkes dapat menggunakan platform yang disediakan oleh kemenkes Corpu ataupun pelajaran melalui webinar yang diadakan, dan dapat berpartisipasi dalam mengupaload narasi konten ke KMS dan memanfaatkan informasi didalam webside KMS,” pungkasnya. (kison)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.