Gelar Media Gathering, Dirut BSG Sampaikan ini Dihadapan Wartawan

oleh -119 Dilihat
Dirut BSG Revino Pepah, menyampaikan penjelasan di hadapan wartawan

Manado, VoxSulut.Com – Media Gathering dengan tema ‘Kondisi Terkini Industri Perbankan di Sulawesi Utara dan Gorontalo’ di hotel Luwansa Manado, Senin (17/10), digelar Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGomalut.

Pada kegiatan bertajuk ‘Inklusi Keuangan Meningkatkan Perekonomian Semakin Kuat’, Bulan Inklusi Keuangan (BIK) menjadi momentum istimewa bagi BSG dan OJK SulutGomalut untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat.

Direktur Utama BSG Revino Pepah mengatakan, pada kegiata ini menjadi harapan untuk semakin memperkuat komitmen dalam peningkatan akses keuangan bagi seluruh masyarakat di wilayah Sulut dan Gotontalo.

Menurut Pepah, BIK dilaksanakan oleh seluruh pelaku industri keuangan, perbankan, finance dan lembaga pembiayaan, bahkan pasar modal untuk memberikan literasi dan pemahaman kepada masyarakat dalam menggunakan akses keuangan.

“BSG sebagai salah satu pelaku industri keuangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo juga melaksanakan Bulan Inklusi Keuangan. Ini penting, karena inklusi keuangan itu turut menentukan industri yang baik dan kondusif,” ujarnya.

Kata Pepah, kondisi bisnis saat ini, berada pada kondisi industri yang kondusif.

“Sebab situasi yang kondusif ini yang paling penting dalam industri keuangan yang juga harus ditopang oleh industri yang baik,” ungkapnya.

Baca juga  Komisioner Bawaslu Manado Nyatakan Siap Divaksin

Disampaikan Pepah, dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19 telah membuat industri keuangan sempat tidak nyaman. Namun dengan lingkungan tidak nyaman, tetapi masih bertumbuh karena industri keuangannya kondusif.

Pepah menyebut, pandemi Covid-19 telah berdampak banyak pada masyarakat dimana pelaku industri yang tutup, demikian juga dengan pelaku keuangan.

“Tetapi bersyukur perbankan kita masih tumbuh, demikian juga dengan ekonomi yang juga tumbuh semakin kuat,” tukasnya.

Lanjutnya lagi, kedepan, literasi dan inklusi keuangan, khususnya di tengah situasi yang diprediksi suram, namun industri keuangan harus tetap dijaga. Antara lain dengan menyampaikan produk yang bagus ke masyarakat.

“Jangan sampai terjebak pada pinjaman online ilegal. Kita terus mendorong inklusi dan industri keuangan kepada masyarakat. Juga tentang bagaimana konsumsi produk keuangan yang dilakukan dengan benar,” imbuhnya.

Dia juga banyak menjelaskan tentang berbagai layanan BSG, yang memberikannya prioritas kepada nasabah.

“Untuk pinjaman kredit yang diberikan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan usaha yang dilakukan. Dalam hal ini BSG tidak akan menyulitkan bahkan ada pinjaman sebesar Rp50 juta tanpa agunan,”‘ sebutnya.

Baca juga  BSGo Laporkan Realisasi Program dan Anggaran ke DPRD Sulut

Sementara Kepala OJK SulutGomalut Winter Marbun berkesempatan merinci capaian kinerja perbankan sepanjang setahun yang mengalami pertumbuhan positif.

Kondisi aset pada Agustus 2022 year on year (yoy) tercatat sebesar 11,01 persen dari tahun 2021 sebesar Rp71,5 triliun menjadi Rp79,3 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 1,50 persen, dari Rp27,6 triliun menjadi Rp28 triliun pada Agustus 2022 (yoy) .

Pertumbuhan kredit tumbuh 6,76 persen, dari Rp40,3 triliun menjadi Rp43 triliun.

“Untuk LDR tumbuh 153,56 persen dan NPL tumbuh 3,42 persen,” rinci Marbun.

Untuk tabungan giro, kata Marbun lebih dimanfaatkan untuk pengembangan kegiatan usaha.

“Pengurangan giro dan deposito, lebih kepada pemanfaatan dana untuk usaha dan kegiatan sehari hari,” katanya.

Marbun juga menyampaikan tentang target besar pada 2024 memdatang di mana persentase masyarakat sadar inklusi keuangan harus mencapai 90%.

Capaian inklusi keuangan bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga industri keuangan. Tetapi seluruh masyarakat harus paham dengan akses keuangan. (vsc)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.