Dampak dari Pengisian Air Bendungan Kuwil, PDAM Mengalami Kekurangan Produksi Air ke 6 Kecamatan

oleh -241 Dilihat
(Kiri) Direktur Utama PDAM Manado Meiky Taliwuna

Manado, VoxSulut.com – Proses pengisian awal Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, ternyata memiliki dampak lain dalam penyediaan  dan pengelolaan air bersih di Kota Manado.

Ternyata, dengan dilakukan pembatasan pengaliran air dikarenakan pengisian bendungan kuwil membuat debit air yang mengalir di sungai DAS Tondano sangat sedikit dan terbatas, yang membuat PDAM sebagai penyedia air di Manado mengalami kekurangan produksi untuk penyaluran air ke rumah-rumah warga.

Kondisi debit air DAS Tondano yang sangat surut

Perusahaan umum daerah PDAM penyedia air bersih di Manado PDAM Wanua Wenang harus mengalami masalah dalam penyaluran air bersih di 6 Kecamatan di Kota Manado yaitu Singkil, Wenang, Paal Dua, Perkamil, Wanea, dan Malalayang.

Menurut Direktur Utama PDAM Wanua Wenang, Meiky Taliwuna, penurunan debit air yang terjadi sesaat setelah proses Impounding atau pengisian awal bendungan kuwil di Minut yang turun mencapai 1 meter.

“Setelah melakukan Impounding Bendungan Kuwil, maka yang terjadi di Kota Manado adalah penurunan debit air di DAS Tondano, yang mempengaruhi produksi air PDAM ke rumah warga,”ucap Taliwuna pada Rabu (30/11/2022).

Baca juga  Bupati Joune Ganda dampingi Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan

Dirinya mengharapkan, instansi terkait bisa melakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah setempat, khususnya kepada pihak PDAM Wanua Wenang yang menjadi satu-satunya perusahaan daerah yang menangani suplai air bersih kepada masyarakat Kota Manado.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa Balai Wilayah Sungai (BWS) tidak memperhitungkan akan terjadi penurunan debit air di DAS Tondano, yang berakibat suplai air bersih kepada warga Kota Manado terganggu. Disamping itu, masyarakat disini juga ada yang memiliki usaha karamba, kandang, peternakan ikan, dan ada usaha mikro, yang sangat bergantung pada debit air di DAS Tondano ini,” tukas Taliwuna.

Dia juga mempertanyakan kinerja BWS Sulawesi yang tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah Kota Manado khususnya PDAM Wanua Wenang, agar ekosistem yang ada di seputaran DAS Tondano tidak terganggu.

“Pertanyaannya, apa tidak ada perhitungan dari BWS Sulawesi, sampai kota Manado menjadi terdampak akibat pengisian air (Impounding) di bendungan kuwil yang sampai berbulan-bulan itu. Harusnya terkoordinasi, jangan sampai ekosistem di DAS ini terganggu,” kata Taliwuna.

Baca juga  Dihadapan Ketum AHY, Noortje Van Bone Sampaikan Proker PD Manado

Akibat dari hal tersebut, tercatat ada 6 kecamatan di Kota Manado yang telah melakukan laporan kepada PDAM Wanua Wenang, akibat suplai air bersih yang terganggu.

“Pengisiannya air bendungan kuil berdampak penurunan debit air hingga 1 meter lebih. Awalnya, ada 3 pompa mesin yang beroperasi untuk menyedot air DAS Tondano ke bak air, untuk selanjutnya di produksi dan disuplai ke rumah warga. Namun sekarang, hanya tinggal 2 yang bekerja, itu karena penurunan debit air. Dan akibatnya, ada 6 kecamatan yang telah melaporkan bahwa suplai air bersih terganggu, wilayah terdampak Singkil, Wenang, Paal Dua, Perkamil, Wanea, dan Malalayang,” ungkapnya.

Diketahui, Impounding merupakan kegiatan pengisian awal sebagai tahapan yang dilakukan setelah pekerjaan konstruksi dari Bendungan Kuwil Kawangkoan selesai dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.