Beredar Video Provokasi Oknum Tenaga Ahli Senator Sulut, Minta Warga Tolak Kebijakan Pemkot Manado

oleh -134 Dilihat
Tangkapan layar video saat Bongkang memprovokasi warga

Manado, VoxSulut.Com – Sebuah video bernada provokatif dengan durasi hampir 3 menit, yang ditujukan pada warga Kelurahan Mahawu Lingkungan 3 Kecamatan Tuminting untuk menolak kebijakan pemerintah Kota (Pemkot) Manado beredar di dunia Maya.

Video tersebut menampilkan seorang yang berpakaian atasan batik bercorak biru dan bawahan celana hitam berkacamata, terlihat mengajak kepada warga agar untuk tetap bertahan di lokasi yang sering terkena banjir tersebut.

“Kasian ngoni mo pindah kemana. Kalo cuma konsep cuma torang. Pemerintah selalu beralasan rumah relokasi. Kalau ngoni masyarakat pe dialog putus dengan pemerintah, ngoni pe kunci rumah semua kumpul, kembalikan ke pemerintah,” kata pria berbadan kekar.

Lelaki itu beralasan bahwa apabila masjid di lokasi tersebut masih berdiri, berarti warga Mahawu pun masih boleh menempati daerah langganan banjir itu.

Baca juga  Kuasa Hukum AARS Siapkan Rekaman Keterlibatan Pala dan Lurah saat Pilwako Manado

“Saya katakan mulai dari masjid, supaya selesai urusan. Karena, kalau masjid masih ada berarti jemaah masih ada. Kalau masjid sudah di gusur, silahkan masyarakatnya (di gusur ),” kata pria tersebut.

Dia pun meminta dialog antara pemerintah dan masyarakat yang berada di daerah tersebut. “Kami ingin ada dialog antar pemerintah setempat dan masyarakat. Kalau boleh antar instansi pemerintah,” tukasnya.

Belakangan diketahui sesuai informasi yang diterima wartawan, warga tersebut bernama Andy Bongkang yang merupakan aktifis muslim di Manado yang diketahui juga sebagai seorang tenaga ahli salah satu anggota DPD RI asal Sulut (Senator).

Saat dikonfirmasi wartawan, Bongkang membenarkan bahwa relokasi itu ada, namun masih dalam tahap sosialisasi.
“Untuk pembongkaran sungai masih dalam tahap sosialisasi. artinya, kalau memang program pemerintah untuk revitalisasi sungai itu akan mengambil sesuai informasi, dari pinggiran sungai sampai 15 meter. artinya, Masjid kena radius. Otomatis masjid ini akan hilang akibat dari revitalisasi sungai itu,” ucapnya.

Baca juga  Gugatan Lahan Pemkot di Mapanget, Kalah di Jaman GSVL, AARS Berhasil Menang di Mahkamah Agung

Dirinya menilai, komunikasi antar instansi pemerintah itu masih lemah karena pernyataan Kalak BPBD lain begitupun Kadis PUPR lain, datang pada Camat lebih lain lagi. “Koordinasi antar instansi itu lemah makanya ini yang membuat warga bingung, tapi jika memang akan ada penggusuran silahkan dimulai dari mesjid.” ungkap pengurus Masjid Darul Jannah ini.

Diketahui, di lokasi tersebut sementara dilakukan pelebaran sungai Mahawu sebagai salah salah satu upaya dari Pemerintah Kota Manado untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir.(vsc)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.